
LOWONGAN KERJA :
1. KEPALA TK
2. KEPALA SD

DEPOK (Pos Kota) – Pemuda pengangguran residivis yang keluar masuk penjara dan juga mantan tersangka pembunuhan berantai di Kota Kembang, dan Belimbing, Ratujaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok tewas dihakimi warga sekitar rumahnya Gang Paraji Kalibaru, Cilodong Depok, Rabu (15/6) dini hari. Ia disangka mencuri DVD player dan hewan ternak milik warga.
Simin, 28, menemui ajal di tangan ratusan massa yang beringas. Warga memukuli dengan menggunakan benda tumpul hingga luka parah di kepala, dan kedua kaki hingga patah.
Menurut warga, semasa hidup, Simin, sudah membuat resah karena kerap sering mencuri. Seperti dinihari tadi, ia kepergok mencuri satu unit DVD player milik Dewi dari rumah. Simin masuk ke melalui jendela rumah ketika pemilik sedang lengah.
Menurut Nimun, 75, orang tua Simin, anak ketiga dari enam bersaudara tersebut sudah sulit dilarang supaya tidak mencuri lagi. Sifat anaknya yang keras kepala itu menjadikannya residivis yang 10 kali masuk penjara atas kasus pencurian termasuk pembunuhan terhadap anak jalanan dan wanita di pemakaman umum di Belimbing, Kel. Ratujaya, Kec. Pancoran Mas.
“Saya sudah kasih rumah kepada anak saya, tapi sama anak saya itu dijual dan hasilnya dibuat untuk bersenang-senang saja,” ujarnya kepada Pos Kota yang bekerja sebagai tukang service sepeda di Kalimulya.
Aksi anaknya tersebut sudah membuat warga resah. Kerap kali mencuri ayam ternak warga . “Anak saya sering mengambil hewan ternak warga untuk dimakan sendiri,”ungkapnya.
Nimun mengungkapkan, perilaku anaknya yang bandel sudah terlihat sejak remaja tahun 1991 . “Ibunya meninggal setahun lalu akibat sakit keras karena tidak kuat dengan perlakuan anaknya yang membuat keluarga malu,” tambahnya.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan kepada polisi untuk tidak dilakukan visum. Karena menganggap ini sudah musibah dan takdir juga untuk anaknya.” (angga/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/15/residivis-tewas-dibantai-wargaDEPOK, (PRLM).- Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Depok mulai didominasi sapi lokal sebanyak 70 persen yang didatangkan dari Bali dan Jawa Timur. Stok daging sapi di Kota Depok dinyatakan aman dan tidak terpengaruh terhadap pembatasan sapi impor dari Australia.
Hal itu dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) RPH Kota Depok, Alvian saat ditemui di RPH Kota Depok, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin (13/6). Dia mengatakan, RPH Kota Depok memang masih memotong sapi impor Australia sebanyak 30 persen. Namun sapi tersebut kemungkinan merupakan sisa stok yang tersisa.
Meskipun demikian, kata Alvian, Kota Depok saat ini tidak kekurangan stok sapi hidup. Hal itu karena sejak dua bulan lalu, kebutuhan daging di Kota Depok sudah ditutupi oleh suplai dari Bali yang dibantu juga oleh Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. "Bisa dikatakan saat ini kebutuhan daging sapi di Depok aman, bahkan kami memasok kebutuhan daging sapi untuk Jakarta," kata dia.
Sebelumnya, dia mengakui, suplai sapi didominasi sebesar 60 persen dari Australia. Hal itu karena harganya lebih murah sekitar Rp 2000 per kilogram. "Memang kemungkinan harga daging sapi bisa menjadi mahal karena sekarang menggunakan sapi lokal, namun belum terasa di pasaran," kata dia.
Saat ini, Alvian berkata, RPH Kota Depok melakukan pemotongan sebanyak 60 sampai dengan 80 sapi setiap harinya. Satu ekor sapi, rata-rata menghasilkan karkas yang terdiri dari daging dan tulang sebanyak 150 kg.
Untuk mengantisipasi kebijakan pemberhentian daging sapi impor Australia, RPH Depok mulai memperluas jaringan pada pengusaha-pengusaha sapi lokal. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi permintaan pasar yang tidak berubah. Apalagi sebentar lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu, Alvian juga ingin menyampaikan bantahannya karena RPH Depok merupakan salah satu dai 12 RPH yang dituding Australia melakukan kekerasan saat penyembelihan sapi. Menurut dia, proses yang dilakukan saat penyembelihan hewan sudah sesuai dengan standar. "Memang pada video tersebut bukan berasal dari RPH kami, tapi dalam daftar tercantum RPH kami. Saya tidak habis pikir, dan terus melakukan pencarian lewat internet dimana kekerasan yang mereka maksud," kata dia.
Dia mengatakan, RPH selalu melakukan kontrol agar proses penyembelihan hewan sesuai dengan prosedur. "Kami juga sudah menggunakan alat sesuai standar, kalau ada kekerasan mungkin itu sifatnya insidensial," kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjamin bahwa sapi di Depok halal untuk dimakan. Hal itu karena pemotongan sapi di dua RPH yang ada di Kota Depok sudah sesuai dengan prosedur.
Meskipun demikian, Pemerintah Kota Depok saat ini tengah merevitalisasi RPH untuk memodernisasi seluruh peralatan.Denga demikian fungsi RPH bisa lebih optimal. Misalnya saja bisa melakukan pemotongan sapi menjadi 200 ekor per hari. Selain itu, revitalisasi juga dilakukan dalam hal pengolahan limbah dan kebersihan kandang sapi. (A-185/kur)***
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berusaha menjajaki kerjasama dengan pemilik Masjid Dian Al-Mahri atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas di Cinere. "Kami berniat menjalin kerjasama untuk mengelola Masjid Kubah Emas, untuk memajukan pariwisata di Kota Depok," kata Kepala Bidang Pariwisata Seni dan Budaya, Nita Ita, di Depok, Selasa.
Dikatakannya Masjid megah itu tercatat di urutan pertama dalam daftar pariwisata Jawa Barat. Menurut dia kota Depok sangat minim tempat tujuan Pariwisata. Hanya masjid Kubah Emas ini yang dikenal kepleosok tanah air tapi juga hingga ke manca negara. "Banyak dari berbagai daerah yang berkunjung sekedar untuk melihat secara langsung Masjid megah tersebut," katanya.
Ia mengatakan perlu dikelola secara baik dan benar pariwisata di Masjid Kubah Emas agar bisa menjadi daya tarik warga lainnya berkunjung ke kota Depok.
Untuk merealisasi kerjasamanya itu, dalam waktu dekat, sambung Nita, Disporsenbud akan mendatangi pemilik Masjid untuk menjelaskan niatannya. "Saya akan terus berkomunikasi kepada pihak pengelola masjid.Namun, itu sedikit sulit karena pemilik masjid sulit ditemui," ujarnya.
Senada diungkapkan Kepala Seksi Pariwisata seni dan Budaya, Sukardi. Menurut dia, hingga kini pemilik masjid itu sangat sulit sekali dihubungi guna membicarakan kerjasama dengan Pemkot Depok.
Padahal, satu-satunya, Pariwisata religi di kota depok hanya Masjid Kubah Emas. "Masjid Kubah Emas merupakan Pariwisata unggulan Depok," ujarnya.
Kompleks Masjid Dian Al-Mahri atau Masjid Kubah Emas akan terus berkembang dan akan menjadi pusat pengembangan Islam, nantinya komplek Masjid Kubah emas mempunyai tiga fungsi yaitu fungsi ibadah dimana adanya Masjid Kubah Emas, fungsi pendidikan dimana akan didirikan pesantren dari mulai Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi,dan fungsi dakwah dimana berdiri gedung-gedung dakwah.
Sebagai daerah wisata religi tersebut Masjid Kubah Emas dikunjungi oleh puluhan ribu masyarakat setiap harinya. Pada hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung akan membludak. Para pengunjung datang dari berbagai daerah yang menggunakan bus-bus besar.
Setelah ditinggalkan ditempat kursus oleh kakaknya sendiri bernama Siti diantarkan dengan menggunakan mobil bapaknya. anak pintar yang berusaha untuk pulang ke rumah berbekal uang Rp. 21 ribu nekad untuk naik kendaraan umum tanpa tahu arah dan tujuan untuk pulang. “Bersama adik saya dari Sunter naik bis lalu turun dan langsung melanjutkan dengan naik mobil angkot ke arah Depok,” ujar Anjani kepada Pos Kota yang diserahkan warga ke Polsek Beji, Minggu (12/6) dinihari.
Anjani, dan Yedija adik laki-lakinya setelah turun dari angkot di Stasiun Depok pada pk. 21:30, melanjutkan perjalanan dengan menggunakan becak. Lalu tukang becak yang mengantarkan mereka sampai ke daerah perbatasan Jakarta dengan Kukusan Beji. Anjani bersama adik laki-lakinya kebingungan arah. Lantaran kebingungan, Anjani dan adik laki-lakinya oleh si-tukang becak yang tidak diketahui namanya tersebut lantas mengantarnya ke Polsek Beji.
“Saya hanya ingat ada plang bertuliskan ke arah Depok, ketemu persimpangan jalan lalu masuk ke dalam gang ada rumah pagar orange, berlantai 2, dan cat tembok berwarna creams,”ungkap Anjani anak perempuan yang putus sekolah dari SDN Kemayoran 10 Petang kelas 1 SD setelah pindah ke Depok ini.
Saat ditemukan warga Anjani berambut hitam pendek potongan laki-laki dengan mengenakan kaos biru motir bunga dan mengenakan celana pendek warna hijau bertuliskan ‘kotecl’, sedangkan Yedija berambut sama seperti kakaknya dengan menggunakan kaos hitam dan celana berwarna merah muda.
Menurut Iptu. Samiyono, Panit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Beji, saat ditemukan warga kedua anak tersebut membawa gendongan tas sekolah yang satu berwarna biru terong dan satunya lagi berwarna biru muda. Kedua tas tersebut berisi baju seragam pramuka, soal ujian UAN dari SDN Kemayoran 10 Petang dan dua botol minuman berwarna pink dan biru muda bermotif kartun.
“Bagi siapa orang tua yang merasa kehilangan putra dan putrinya dengan ciri-ciri yang disebutkan diatas. Harap datang segera untuk mengambil anak tersebut ke Polsek Beji,” ungkapnya kepada Pos Kota.