Berikan masukan, kritik, saran, dukungan, berita, laporan warga + apa aja dech yg perlu di ketahui ame warga Depok ke email : walikotagaul@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label Pancoran Mas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pancoran Mas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

Polda Gerebek Pembuatan Ekstasi di Depok

DEPOK, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pembuatan ekstasi di kawasan Depok, Jawa Barat. Polisi menemukan sekitar 20.000 butir pil ekstasi yang kini dalam penyitaan petugas.

Belum ada keterangan pasti mengenai hal ini, selain secuil informasi yang disampaikan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji, Rabu (14/9/2011) kepada Kompas di Jakarta.

Nugroho menyampaikan bahwa keterangan lebih jelas akan disampaikan pada saat pada saat Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers, Kamis (15/9/2011).

Sementara Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni membenarkan operasi penggerebekan tersebut.

"Lokasi ada di wilayah Kepolisian Sektor Pancoran Mas. Namun lebih baik menanyakan ke pihak Polda saja, karena bukan kami yang menangkap," kata Mulyadi. (Andy Riza Hidayat)

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/09/14/20563645/Polda.Gerebek.Pembuatan.Ekstasi.di.Depok

Sabtu, 03 September 2011

Bocah Usia 3 Tahun Tewas Ditabrak KA

DEPOK (Pos Kota) – Raisya Amelia,3, tewas tertabrak Kereta Ekonomi dari arah Jakarta ke Bogor di perlintasan rel Kampung Parung Blimbing, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat Jumat (2/9) malam. Anak tersebut tertabrak kereta saat ingin menghampiri ibunya sedang membeli air mineral di warung depan rumah.

Raisya, adalah anak perempuan satu-satunya dari istri kedua Hari Harsono. Sang ibu Julaeha, masih schok atas kepergian anak semata wayangnya. Cara kepergiannya sangat tragis membuat Julaeha sangat terpukul.

Julaeha ketika itu sedang membeli minuman air mineral di warung depan rumahnya di seberang rel. Rupanya tanpa disadari, Raisya keluar dari rumah dan langsung menyebrang res. Bersamaan dengan itu. KA Ekonomi melintas dan menyambar tubuh mungil itu hingga terpental beberapa meter. “Saat itu ibu tidak tahu kalau yang ketabrak adalah anaknya. Pada waktu diteriakin oleh warga yang juga tetangga kalau anak perempuan yang cantik dan mungil itu adalah anaknya,”ujar Rizki, 30, kaka Raisya dari ibu perkawinan pertamanya Hari Harsono dengan Sintha.

Nasib tragis menimpa Julaeha di Lebaran ini. Pasalnya suaminya Hari Harsono sudah setahun terbaring di kamar tidur sakit struk.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dibantu oleh anak-anaknya yang sudah pada kerja. “Bapak bekerja sebagai kontraktor, jika ada proyek ada pemasukan namun jika lagi tidak ada proyek tidak ada pemasukan. Bapak selama sakit sepi proyek, sehingga dibantu oleh anak-anaknya yang sudah padabesar dan hidup mandiri,” ungkap Rizki.

Sebelum kepergian Raisya, keluarga tidak mempunyai firasat apa-apa. Tapi sebelum itu Raisya sempat meminta untuk membelikan boneka baru Teddy Bear warna coklat untuk teman bermain. Karena Raisya tidak mempunyai adik kecil, sehingga selalu kesepian jika tidur. “Belum sempat memberikan apa yang Ade, setelah diketahui ternyata Ade sudah pergi untuk selama-lama,” papar Rizki.

“Jenazah Ade, setelah disalatkan pagi hari itu juga langsung dikuburkan di tempat pemakaman Tipar, Mekar Sari, Cimanggis,”tambahnya.

Menurut AKP. Syah Johan, Kanit Reskrim Pancoran Mas, korban luka berat di bagian kepala dan langsung meninggal di tempat kejadian. “Orang tua membuat surat pernyataan tidak mau dilakukan visum terhadap anaknya,” ujar Johan. (angga/b)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/09/03/bocah-usia-3-tahun-tewas-ditabrak-ka


Kamis, 23 Juni 2011

Dinkes Depok Dihebohkan Benda Mencurigakan

DEPOK, (PRLM).- Dinas Kesehatan Kota Depok dihebohkan dengan penemuan paket tas ransel berwarna coklat di halaman kantor. Paket tersebut membuat pegawai Dinas Kesehatan dan warga panik sehingga Kantor ditutup sementara untuk umum.

Kejadian berawal saat tukang parkir di Dinas Kesehatan, Syafei (25) menemukan paket tas yang diduga sengaja ditinggalkan oleh seorang pria sekitar pukul 12.00 WIB. Pria yang berperawakan gondrong itu mengaku tengah mencari tempat kost di depan kantor Dinas Kesehatan.

“Dia pakai jaket pink kemerahan dan lagi cari kontrakan, tapi tasnya ditinggal langsung kabur begitu saja tidak kembali. Saat itu memang sedang ramai orang makan siang jadi saya gak begitu perhatiin," ujarnya di lokasi kejadian, Jln Margonda Raya, Depok, Selasa (21/6).

Pegawai Dinas Kesehatan pun langsung melaporkan penemuan itu kepada Polres Depok. Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang memeriksa tas tersebut dan membongkar seluruh isinya.

Setelah diperiksa, tas tersebut ternyata hanya berisi pakaian, tafsir, kamus, laptop, dan MP3 player. Di dalamnya juga tak terdapat benda mencurigakan dan tak melibatkan tim gegana. Paket tersebut akhirnya diamankan di Polres Depok untuk mengecek data di dalam laptop.

Meskipun dugaan mengenai adanya bom di dalam tas ersebut tidak benar,Kepala Unit SPK Polres Depok, Iptu Sutarno, tetap menghimbau pada masyarakat untuk emberi kaporan jika ada benda yang mencurigakan. Setelah diperiksa, tidak ada benda mencurigakan dalam tas tersebut. “Tindakan masyarakat sudah benar dengan melaporkan ke polisi,” kata dia.

Saat ini, pihaknya tengah memeriksa berkas data yang ada di dalam laptop tersebut. Semua barang-barang diamankan di Polresta Depok. “Kami sedang periksa isinya, belum diketahui apa modus pemilik tas meletakkan barangnya di ruko tersebut,” ujar dia.

Kejadian tersebut sempat menarik perhatian warga setempat. Bahkan pelayanan umum yang ada di Dinas Kesehatan seperti pengurusan kartu Jamkesda sempat diberhentikan untuk sementara. (A-185/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/149405

ICW: SMPN 2 Depok Diskriminatif



INILAH.COM, Jakarta - Sistem Penerimaan Siswa Baru Sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Jakarta dan sekitarnya dianggap diskriminatif.


Pasalnya, sistem PSB di RSBI dilakukan lebih awal dan harus mengikuti tes wawancara mengenai pendapatan orang tua siswa.

Hal itu diketahui dari laporan orang tua siswa kepada ICW yang menjelaskan bahwa setiap siswa yang ingin masuk RSBI harus melalui tes wawancara oleh pihak sekolah.

“Untuk masuk RSBI, siswa ditanyai tentang pendapatan orang tua per bulan. Padahal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan proses pendidikan,” ujar Sekretaris Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan ICW, Jummono, Senin (20/6).

Bahkan beberapa sekolah diantaranya secara terang-terangan menanyakan berapa besaran rupiah yang sanggup dikeluarkan pihak orang tua supaya anaknya terdaftar di RSBI. Hal ini menandakan bahwa RSBI dikhususkan hanya untuk orang-orang yang mampu.

“Kasus seperti ini terdapat di SMPN 2 Depok dan SMAN 81 Halim dimana setiap orang tua yang mendaftarkan anaknya, kerap ditanyakan kesanggupan orang tua murid untuk membayar sebesar Rp5 juta sampai Rp10 juta agar anaknya diterima. Dari sini sudah terbukti, PSB untuk RSBI diskriminatif dan hanya menjaring calon siswa yang berasal dari keluarga mampu,” tambah Jummono. [mah]

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1622272/icw-smpn-2-depok-diskriminatif

Penemuan Mortir Hebohkan Warga Depok

DEPOK – Warga Jalan Pepaya Pancoran Mas, Depok dikejutkan dengan penemuan sebuah mortir sekitar di rumah warga. Mortir sepanjang 30 centimeter ditemukan di rumah kediaman warga bernama Venus di RT 010/03, Depok Jaya.
Mortir tersebut ditemukan oleh pembantu rumah tangga di rumah Venus. Rumah tersebut memang tengah dibersihkan karena dalam proses sengketa dan dimenangkan oleh pihak lain.

Karena akan disita oleh bank, pemilik rumah pun membersihkan rumah tersebut. Venus menuturkan, karena pembantunya tak mengetahui benda tersebut adalah mortir, sehingga dia meletakkannya di teras rumah.

“Karena bentuknya kan seperti paralon begitu, jadi pembantu saya nggak tahu kalau itu bahaya, mortir, memang dulu ayah saya adalah Letkol TNI AD, tapi sekarang sudah meninggal,” tuturnya di lokasi, Minggu (19/06/11).

Bahkan mortir tersebut sempat dijadikan mainan anak – anak di sekitar lokasi penemuan. Salah seorang warga yang mengetahui benda tersebut langsung melaporkannya ke Polsek Pancoran Mas.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Ismail Usman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim Gegana Brimob Kelapa Dua.

“Kami mendapat laporan jam 19.00 WIB, langsung kami koordinasikan dengan tim gegana,” tandas Ismail.


http://news.okezone.com/read/2011/06/19/338/470135/penemuan-mortir-hebohkan-warga-depok

Sabtu, 18 Juni 2011

Puluhan Ribu Bangunan di Depok Tidak Miliki IMB

DEPOK ( Pos Kota ) – Sekitar 35 ribu bangunan di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, Depok belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini dikatakan Ahmad Suhada, Kasie Pendataan Dinas Tata Ruang dan Permukiman(Distarkim) Kota Depok , saat kunjungan kerja di Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari.

Dari jumlah 35.407 bangunan belum ber-IMB itu, 20.375 unit di wilayah Kecamatan Sawangan dan Bojongsari 15.032 bangunan. Sedangkan bangunan ber-IMB di Sawangan 2.828 unit dan Bojongsari 2.425 unit.

Ahmad memperkirakan pelanggaran Perda no 3/2006 tentang Bangunan dan Retribusi IMB juga terjadi di wilayah lainnya. “ Kami akan tegur para pemilik banguan yang belum memiliki IMB. Sebelum membangun harus mengurus IMB dulu,” ujarnya.

Teguran pertama hingga teguran ketiga. Bila tidak digubris, maka terpaksa akan disegel dan selanjutnya pembongkaran paksa bersama aparat Satpol PP Kota Depok.

Saat ini pihak Distarkim masih mendata bangunan yang belum memiliki IMB, juga melakukan sosialisasi Perda no3/2006 sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya melengkapi bangunan dengan IMB.

PANCORAN MAS

Sedangkan Camat Pancoran Mas Drs Adjad Sudradjad didampingi Sekretarisnya Drs Slamet AR MM. Mengatakan, di wilayahnya dari 6 kelurahan sudah 400 bangunan yang mengantongi IMB.
“Mereka sadar bahwa setiap membangun harus ada IMB,” kata Adjad Sudradjad .
Untuk Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB) yang ditargetkan Rp6 miliar hingga kini baru mencapai 20 persen. (nasrul/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/17/puluhan-ribu-bangunan-di-depok-tidak-miliki-imb

Senin, 13 Juni 2011

Bandar Judi Togel Diringkus

DEPOK – Polisi menciduk tiga tersangka judi togel di Pancoran Mas, Depok. Ketiga tersangka yang masing-masing berinisial MF, MS, dan SLD itu ditangkap di rumah kontrakan salah satu tersangka saat hendak mencocokan nomor togel pemain lainnya.

Penangkapan dilakukan usai salat Magrib di Perumahan Pelita Parung Bingung, RT 002/015 kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Saat digerebek, mereka kepergok sedang menghitung kupon judi togel.

Warga sekitar mengaku sudah lama curiga dan resah dengan keberadaan para tersangka. Mereka juga kerap meminum minuman keras dan mengganggu lingkungan sekitar.

Salah satu tersangka lainnya mencoba menyembunyikan tafsir mimpi yang dipercaya dapat membawa keberuntungan.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas AKP Syah Johan mengatakan, ketiga tersangka merupakan satu jaringan yang biasa bermain togel dengan konsumen rata-rata berprofesi sebagai sopir angkutan umum.

“Mereka kami tangkap terkait kasus 303 KUHP judi togel, kami mendapat laporan dari masyarakat kalau keberadaan mereka sudah lama mencurigakan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (11/06/11).

Dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya dua lembar tafsir mimpi, dua lembar rekapan kupon, sebuah telepon genggam, uang tunai Rp 261 ribu, serta satu buah pulpen. (put)


http://news.okezone.com/read/2011/06/11/338/467262/bandar-judi-togel-diringkus

Sabtu, 04 Juni 2011

Dua Kelompok Ormas Bentrok di Depok

DEPOK (Pos Kota) – Diduga berebut pedagang dua ormas bentrok di Jalan Balai Desa, Kel. Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat Sabtu (4/6) dinihari. Warga yang tidak tahu permasalahan ikut apes menjadi sasaran pengeroyokan tersebut.

Menurut Oco, seorang korban , awalnya pengelolahan lapak pedagang buah pertama kali dikelolah oleh kelompoknya. Tapi setelah empat bulan tidak tersentuh lagi dan bermaksud untuk dikoordinasikan lagi, ada ormas kepemudaan tidak menerima karena sudah menjadi daerah kekuasaannya. “Itulah penyebab bentrok ,” ujar Oco, 42, anggota FBR yang baru pulang kerja di Jakarta dan jadi korban pengeroyokan .

Anggota Pancoran Mas dan Polresta Depok masih berjaga-jaga di lokasi untuk menghindari terjadinya bentrok kedua kubu khususnya di perempatan Kemang dan perempatan Kp. Kekupu (belakang kantor Balai Desa Rangkapanjaya).

Oco menjadi korban pengeroyokan saat hendak meminta pertolongan dari kedua temannya. “Saat menuju perjalanan pulang sejumlah pemuda langsung menarik saya dan menghajar saya sampai babak belur,”ungkap warga Rangkapanjaya tersebut kepada Pos Kota.

Motor Honda Supra X i B 6360 EME juga dirusak . Korban menderita luka robek di pelipis kanan dan memar di sekujur tubuh . Oce langsung dilarikan ke RS. Bhakti Yudha untuk mendapatkan pertolongan. Sedangkan kedua temannya yang ikut menolong Iyus, 30, dan Surya, 34, hanya luka ringan saja.

Kompol. Ismail Usman, Kapolsek Pancoran Mas mengatakan pihaknya masih mencari orang yang melakukan pengeroyokan dan pengerusakan terhadap kendaraan korban. (angga/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/04/dua-kelompok-ormas-bentrok-di-depok


Jumat, 03 Juni 2011

PEMILIHAN ABANG MPOK DEPOK 2011

IKAM Depok (Ikatan Abang Mpok Depok) dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Depok akan kembali menyelenggarakan pemilihan Abang-Mpok Depok 2011.

Silahkan download persyaratan dan formulir pendaftarannya di link web yg tertera di bawah ini . Untuk pengembalian formulir, bias langsung diserahkan ke

Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Depok

Jalan Citayam Raya No.24 Depok – Jawa Barat 16431

Phone : 021-77218165

Atau via email

abangmpokdepok@yahoo.com

download formulirnya disini :

www.4shared.com/document/0uq72JR0/FORMULIRPENDAFTARANABANGMPOKDE.html

I. PERSYARATAN

1. WNI berusia 18-25 tahun pada saat pendaftaran

2. Mempunyai KTP Depok/domisili Depok (surat domisili/surat ket. berkuliah di Depok)

3. Belum pernah menikah

4. Memahami dan menguasai bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya dengan baik

5. Memiliki Wawasan Pengetahuan di bidang Budaya & Pariwisata khususnya Jawa Barat, serta sejarah dan aspek pemerintahan kota Depok

6. Berkepribadian dan berpenampilan menarik, berbakat, kreatif dan komunikatif.

7. Tinggi badan minimum 170 cm (untuk calon Abang) dan 165 cm (untuk calon Mpok).

8. Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari NARKOBA

II. LAMPIRAN

1. formulir yang telah diisi lengkap.

2. 1 (satu) lembar fotocopy KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Identitas lainnya.

3. 1 (satu) lembar fotocopy STTB/Ijasah terakhir (min. SMA)

4. 8 (enam) lembar foto berwarna terbaru :

- 6 (ENAM) lembar pasfoto (3x4), 1 (satu) lembar ditempel di formulir (latar biru/merah)

- 1 (satu) lembar foto seluruh badan (4R)

- 1 (satu) lembar foto close up (4R)

III. AGENDA PELAKSANAAN

1. Peserta wajib menyerahkan formulir yang telah dilengkapi paling lambat

Kamis, 16 Juni 2011 (pukul 15.00 WIB) ke :

Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Depok

Jalan Citayam Raya No.24 Depok – Jawa Barat 16431

Phone : 021-77218165

2. Berkas dimasukkan ke Map Biru untuk calon Abang dan Map Merah untuk calon Mpok.

3. Technical Meeting dilaksanakan Jumat, 17 Juni 2011 di Aula Kantor Walikota Depok dari Pukul 14.00 s/d

selesai.

4. Tahap Penyisihan I dan II dilaksanakan di Aula Kantor Walikota Depok dari

pukul 07.00 s/d selesai.

5. Peserta diharapkan datang tepat waktu pada setiap tahap penyisihan dengan mengenakan pakaian formal

/kerja (Pria : Celana Bahan dan Wanita : Rok ) tidak memakai kaos/celana jeans, sandal/sepatu kets dan

membawa tanda terima penyerahan formulir.

Contact :

Bang Iman 085 8272 428

Bang Rifa 0856 9167 1845

Mpok Yuanita 0813 1130 2989

Website : http://abangmpokdepok.weebly.com/

Twitter : @abgmpokdepok

E-mail : abangmpokdepok@yahoo.com

Selasa, 31 Mei 2011

Seorang Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan

DEPOK (Pos Kota) – Seorang pemuda ditemukan warga sudah terbujur kaku di dalam rumah kontrakan di Kampung Lio, RT 02 RW 19, Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas, Senin (30/) malam.

Sarjono, 27, ditemukan warga sudah tidak bernyawa di dalam kamar kontrakannya dengan badan posisi telungkup. dalam posisi pintu rumah terkunci, warga beramai-ramai mendobraknya. Setelah berhasil masuk jasad laki-laki yang sudah terbujur kaku di dalam kamar tidur. “Terhendus bau tidak sedap di dalam rumah, karena curiga mendobrak pintu rumah,” ujar Budi satu warga yang ikut membuka pintu kepada Pos Kota.

Berdasarkan informasi warga, Sarjono baru menempati rumah kontrakan selama 5 tahun. Tinggal seorang diri yang semula rumahnya di daerah Kp. Plered RT. 03/12, Pabuaran Bojong Gede. Keseharian Sarjono dikenal baik oleh warga dan suka bersosialisasi.

Menurut Kanit Reskrim Pancoran Mas, AKP. Syah Johan, korban ditemukan warga pada pukul 21:00 WIB. karena mencium tidak sedap di dalam kamar, warga yang curiga lalu mendobrak pintu karena terkunci dari dalam. Lalu ditemukan lah sesosok mayat di dalam kamr tidur.

“Dari permintaan pihak keluarga untuk menangguhkan visum. Karena ingin segera memakamkannya di TPU Kebumen, Jawa Tengah, kampung halamannya,” ujar dia. “Korban meninggal diduga karena sakit. Setelah diperiksa tim identifikasi Polres tidak ditemukan unsur kekerasan.”

(angga/sir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/31/seorang-pemuda-ditemukan-tewas-di-kontrakan