Berikan masukan, kritik, saran, dukungan, berita, laporan warga + apa aja dech yg perlu di ketahui ame warga Depok ke email : walikotagaul@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label Polres Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Depok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

Polda Gerebek Pembuatan Ekstasi di Depok

DEPOK, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pembuatan ekstasi di kawasan Depok, Jawa Barat. Polisi menemukan sekitar 20.000 butir pil ekstasi yang kini dalam penyitaan petugas.

Belum ada keterangan pasti mengenai hal ini, selain secuil informasi yang disampaikan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji, Rabu (14/9/2011) kepada Kompas di Jakarta.

Nugroho menyampaikan bahwa keterangan lebih jelas akan disampaikan pada saat pada saat Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers, Kamis (15/9/2011).

Sementara Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni membenarkan operasi penggerebekan tersebut.

"Lokasi ada di wilayah Kepolisian Sektor Pancoran Mas. Namun lebih baik menanyakan ke pihak Polda saja, karena bukan kami yang menangkap," kata Mulyadi. (Andy Riza Hidayat)

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/09/14/20563645/Polda.Gerebek.Pembuatan.Ekstasi.di.Depok

Sabtu, 03 September 2011

Bocah Usia 3 Tahun Tewas Ditabrak KA

DEPOK (Pos Kota) – Raisya Amelia,3, tewas tertabrak Kereta Ekonomi dari arah Jakarta ke Bogor di perlintasan rel Kampung Parung Blimbing, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat Jumat (2/9) malam. Anak tersebut tertabrak kereta saat ingin menghampiri ibunya sedang membeli air mineral di warung depan rumah.

Raisya, adalah anak perempuan satu-satunya dari istri kedua Hari Harsono. Sang ibu Julaeha, masih schok atas kepergian anak semata wayangnya. Cara kepergiannya sangat tragis membuat Julaeha sangat terpukul.

Julaeha ketika itu sedang membeli minuman air mineral di warung depan rumahnya di seberang rel. Rupanya tanpa disadari, Raisya keluar dari rumah dan langsung menyebrang res. Bersamaan dengan itu. KA Ekonomi melintas dan menyambar tubuh mungil itu hingga terpental beberapa meter. “Saat itu ibu tidak tahu kalau yang ketabrak adalah anaknya. Pada waktu diteriakin oleh warga yang juga tetangga kalau anak perempuan yang cantik dan mungil itu adalah anaknya,”ujar Rizki, 30, kaka Raisya dari ibu perkawinan pertamanya Hari Harsono dengan Sintha.

Nasib tragis menimpa Julaeha di Lebaran ini. Pasalnya suaminya Hari Harsono sudah setahun terbaring di kamar tidur sakit struk.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dibantu oleh anak-anaknya yang sudah pada kerja. “Bapak bekerja sebagai kontraktor, jika ada proyek ada pemasukan namun jika lagi tidak ada proyek tidak ada pemasukan. Bapak selama sakit sepi proyek, sehingga dibantu oleh anak-anaknya yang sudah padabesar dan hidup mandiri,” ungkap Rizki.

Sebelum kepergian Raisya, keluarga tidak mempunyai firasat apa-apa. Tapi sebelum itu Raisya sempat meminta untuk membelikan boneka baru Teddy Bear warna coklat untuk teman bermain. Karena Raisya tidak mempunyai adik kecil, sehingga selalu kesepian jika tidur. “Belum sempat memberikan apa yang Ade, setelah diketahui ternyata Ade sudah pergi untuk selama-lama,” papar Rizki.

“Jenazah Ade, setelah disalatkan pagi hari itu juga langsung dikuburkan di tempat pemakaman Tipar, Mekar Sari, Cimanggis,”tambahnya.

Menurut AKP. Syah Johan, Kanit Reskrim Pancoran Mas, korban luka berat di bagian kepala dan langsung meninggal di tempat kejadian. “Orang tua membuat surat pernyataan tidak mau dilakukan visum terhadap anaknya,” ujar Johan. (angga/b)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/09/03/bocah-usia-3-tahun-tewas-ditabrak-ka


Pengedar Ganja Dibekuk Petugas Operasi Ketupat Jaya

TRIBUNJAKARTA COM, DEPOK -Seorang pemuda ditangkap karena membawa empat paket ganja kering siap edar di Jalan Simpangan Depok, Sukmajaya. Pemuda berinisial YK (25) itu ditangkap anggota polisi yang sedang mengatur lalulintas di depan pos pengamanan ketupat pada Jumat (2/9/2011).

Awalnya, YK ditangkap polisi karena tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit Merah B6099EBF di lokasi.

Pemuda yang tidak memiliki pekerjaan itu kemudian diberhentikan dan ketika digeledah di saku celana sebelah kanan pemuda tersebut ditemukan tiga paket hemat ganja. Di jok sepeda motor, petugas juga menemukan satu paket hemat, sehingga total yang disita empat paket ganja.

Kanit Reskrim Polsek Metro Sukmajaya, AKP Gatot, mengatakan tersangka mengaku mendapatkan ganja tersebut dari seseorang di wilayah Cibinong seharga Rp. 10.000 per paket kemudian ganja tersebut akan dijual kembali seharga Rp. 15.000.

"Keuntungannyanya dipergunakan buat kebutuhan hidup sehari-hari," imbuh Gatot

Tersangka dikenakan UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

http://jakarta.tribunnews.com/2011/09/03/pengedar-ganja-dibekuk-petugas-operasi-ketupat-jaya

Minggu, 26 Juni 2011

Kapolres Depok Jamin Tak Ada Sweeping Warga Arab

DEPOK (Pos Kota) – Kepolisian Polres Metro Depok menjamin akan memberikan perlindungan dan keamanan baik itu untuk warga Arab, maupun keturunan arab yang berdomisili di Kota Depok dari ancaman sweeping.

Kombes. Fery Abraham, Kapolresta Depok mengatakan bagi warga asli Arab maupun yang keturunan tidak perlu khawatir. Tidak akan ada aksi sweeping terhadap warga arab maupun keturunannya.

“Kita akan menindak tegas jika ada warga yang melakukan sweeping akan dilakukan tindakan tegas dan ada sanksinya,” ujarnya kepada Pos Kota, Rabu (22/6)

Berdasarkan intruksi dari Kapolda Metro Jaya. Tidak ada tindakan sweeping yang dilakukan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Meski dengan dalih untuk membela kepentingan warga Indonesia yang teraniaya di Arab Saudi.

“Jika ada orang yang tidak bertanggung jawab melakukan sweeping, dampaknya bakal luas akan mengancam keamanan dan kestabilan untuk mengganggu ketertiban umum,” paparnya orang nomor satu perwira di Polres Depok.

Fery dapat memastikan warga Arab dan keturuan Arab di Kota Depok tidak
memiliki kaitan dalam perkara TKW, terkait kasus Ruyati yang dihukum pancung di Negara Arab Saudi. Sehingga tidak ada alasan kuat melakukan tindakna sweeping itu.

”Saya sudah berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Agar dapat terlibat mencegah aksi sweeping itu,” ungkapnya. (Angga)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/22/kapolres-depok-jamin-tak-ada-sweeping-warga-arab

Kamis, 23 Juni 2011

Proyek Supermarket di Mal Depok Dipermasalahkan

DEPOK - DMall atau yang dikenal dengan Mal Depok tengah membangun proyek supermarket di area lahan parkir mobil (basement) seluas 500 meter persegi. Namun, pembangunan supermarket tersebut diprotes karena dianggap telah mengubah atau alih fungsi bangunan.

Sedikitnya dua puluh anggota LSM Lembaga Pemantau Pembangunan Kota Depok memprotes pihak manajemen DMall karena dianggap tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Mereka menuntut pihak mal menghentikan pembangunan supermarket tersebut.

“Mereka memprotes DMall karena lahan parkir yang dijadikan supermarket, katanya nggak ada izinnya, mereka lanjut ke Pemkot dan DPRD,” ujar Kapolsek Beji Kompol Ngadi yang mengamankan jalannya protes di Depok, Senin (20/06/11).

Anggota Komisi B DPRD Depok Farida Rahmawati mengatakan pihaknya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok untuk tidak mengeluarkan izin atas supermarket tersebut. Sebab, kata dia, saat ini Peraturan Daerah (Perda) tentang pembatasan minimarket sedang dievaluasi oleh Propinsi Jawa Barat.

“Itu semacam pembangunan toko modern, seperti mini market tapi lebih besar, supermarket lah, izin tak boleh dikeluarkan kecuali manajemen mengajukannya sebelum Perda itu disusun,” tegas Farida.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Depok Reni Siti Nuraini mengatakan untuk membangun supermarket di area parkir lantai basement, DMall harus memiliki izin usaha sendiri. Serta, lanjutnya, harus menyertakan analisis kajian ekonomi.

“Sampai sekarang proses itu belum dipenuhi, karena itu izin tidak kami keluarkan, sampai Peraturan Wali Kota keluar, kalau itu sudah keluar mereka harus membuat kajian analisis ekonomi dulu,” tandas Reni.

Sementara itu Pihak Manajemen DMall saat ditemui wartawan mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai persoalan tersebut. Mereka tengah membahas permasalahan tersebut di dalam rapat direksi.
(wdi)

http://economy.okezone.com/read/2011/06/20/320/470444/proyek-supermarket-di-mal-depok-dipermasalahkan

Dinkes Depok Dihebohkan Benda Mencurigakan

DEPOK, (PRLM).- Dinas Kesehatan Kota Depok dihebohkan dengan penemuan paket tas ransel berwarna coklat di halaman kantor. Paket tersebut membuat pegawai Dinas Kesehatan dan warga panik sehingga Kantor ditutup sementara untuk umum.

Kejadian berawal saat tukang parkir di Dinas Kesehatan, Syafei (25) menemukan paket tas yang diduga sengaja ditinggalkan oleh seorang pria sekitar pukul 12.00 WIB. Pria yang berperawakan gondrong itu mengaku tengah mencari tempat kost di depan kantor Dinas Kesehatan.

“Dia pakai jaket pink kemerahan dan lagi cari kontrakan, tapi tasnya ditinggal langsung kabur begitu saja tidak kembali. Saat itu memang sedang ramai orang makan siang jadi saya gak begitu perhatiin," ujarnya di lokasi kejadian, Jln Margonda Raya, Depok, Selasa (21/6).

Pegawai Dinas Kesehatan pun langsung melaporkan penemuan itu kepada Polres Depok. Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang memeriksa tas tersebut dan membongkar seluruh isinya.

Setelah diperiksa, tas tersebut ternyata hanya berisi pakaian, tafsir, kamus, laptop, dan MP3 player. Di dalamnya juga tak terdapat benda mencurigakan dan tak melibatkan tim gegana. Paket tersebut akhirnya diamankan di Polres Depok untuk mengecek data di dalam laptop.

Meskipun dugaan mengenai adanya bom di dalam tas ersebut tidak benar,Kepala Unit SPK Polres Depok, Iptu Sutarno, tetap menghimbau pada masyarakat untuk emberi kaporan jika ada benda yang mencurigakan. Setelah diperiksa, tidak ada benda mencurigakan dalam tas tersebut. “Tindakan masyarakat sudah benar dengan melaporkan ke polisi,” kata dia.

Saat ini, pihaknya tengah memeriksa berkas data yang ada di dalam laptop tersebut. Semua barang-barang diamankan di Polresta Depok. “Kami sedang periksa isinya, belum diketahui apa modus pemilik tas meletakkan barangnya di ruko tersebut,” ujar dia.

Kejadian tersebut sempat menarik perhatian warga setempat. Bahkan pelayanan umum yang ada di Dinas Kesehatan seperti pengurusan kartu Jamkesda sempat diberhentikan untuk sementara. (A-185/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/149405

Penemuan Mortir Hebohkan Warga Depok

DEPOK – Warga Jalan Pepaya Pancoran Mas, Depok dikejutkan dengan penemuan sebuah mortir sekitar di rumah warga. Mortir sepanjang 30 centimeter ditemukan di rumah kediaman warga bernama Venus di RT 010/03, Depok Jaya.
Mortir tersebut ditemukan oleh pembantu rumah tangga di rumah Venus. Rumah tersebut memang tengah dibersihkan karena dalam proses sengketa dan dimenangkan oleh pihak lain.

Karena akan disita oleh bank, pemilik rumah pun membersihkan rumah tersebut. Venus menuturkan, karena pembantunya tak mengetahui benda tersebut adalah mortir, sehingga dia meletakkannya di teras rumah.

“Karena bentuknya kan seperti paralon begitu, jadi pembantu saya nggak tahu kalau itu bahaya, mortir, memang dulu ayah saya adalah Letkol TNI AD, tapi sekarang sudah meninggal,” tuturnya di lokasi, Minggu (19/06/11).

Bahkan mortir tersebut sempat dijadikan mainan anak – anak di sekitar lokasi penemuan. Salah seorang warga yang mengetahui benda tersebut langsung melaporkannya ke Polsek Pancoran Mas.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Ismail Usman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim Gegana Brimob Kelapa Dua.

“Kami mendapat laporan jam 19.00 WIB, langsung kami koordinasikan dengan tim gegana,” tandas Ismail.


http://news.okezone.com/read/2011/06/19/338/470135/penemuan-mortir-hebohkan-warga-depok

Minggu, 19 Juni 2011

Mayat Bayi Ditemukan di Bak Sampah Kampus UI

Jakarta - Pagi di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, heboh. Sesosok mayat bayi ditemukan di bak sampah dekat Fakultas Ekonomi UI.

Mayat bayi itu ditemukan seorang warga yang tengah berolah raga pagi di kampus UI sekitar pukul 09.50 WIB, Minggu (19/6/2011). Diperkirakan, mayat bayi yang baru dilahirkan tersebut dibuang semalam.

Saat ditemukan, bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya itu dibalut kain berwarna kuning. Bayi mungil itu dimasukkan ke dalam tas berwarna hitam.

Penemuan bayi ini lantas dilaporkan ke satpam kampus yang tengah bertugas. Bayi itu pun kini sudah dikeluarkan dari bak sampah.

Pantauan detikcom, anggota kepolisian dari Polsek Beji, Depok, sudah datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Belum diketahui siapa pemilik bayi itu.

Sementara, ratusan orang yang tengah berolah raga di kampus berkerumun untuk menyaksikan penemuan bayi tersebut. Warga sekitar kampus juga berdatangan ke lokasi.

Hingga pukul 10.40 WIB, mayat bayi itu masih belum dibawa ke rumah sakit.

http://www.detiknews.com/read/2011/06/19/104654/1663265/10/mayat-bayi-ditemukan-di-bak-sampah-kampus-ui

Sabtu, 18 Juni 2011

Waspada Racun, Polres Depok Sisir Kantin

DEPOK – Petugas dari Polres Depok memeriksa kantin yang menjual makanan di kantor mereka. Hal tersebut merupakan respons polisi atas terungkapnya rencana terduga teroris yang ditangkap di Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk membunuh polisi dengan mencampur racun sianida di makanan yang dijual di kantin dekat markas mereka.

Kapolres Depok Kombes Pol Fery Abraham mengatakan, peningkatan keamanan di kantin adalah salah satu bentuk sikap preventif terhadap ancaman teror. Dia tak ingin seluruh anak buahnya menjadi korban dan sasaran racun sianida.

“Kantin kantor polisi akan diracuni saat ini sedang marak, kami sudah sikapi, antisipasi dan sebagai warning. Kami lakukan pencegahan siapa saja orang yang datang ke kantin,” tegasnya kepada okezone, Kamis (16/6/2011).

Selain dipusatkan di kantin, pihaknya juga memeriksa setiap tamu yang datang dengan metal detektor. Polisi dari unit provost pun dikerahkan untuk memeriksa setiap tamu.

“Kami sudah perketat pengamanan, setiap tamu harus tunjukkan identitas, buka kaca mobil, diperiksa pakai metal detektor. Kalau naik motor harus membuka helm dan melepas jaket,” tandasnya.

http://news.okezone.com/read/2011/06/16/338/468993/waspada-racun-polres-depok-sisir-kantin

Kamis, 16 Juni 2011

Perampokan di Depok, Kepala Cabang Tewas

VIVAnews - Perampokan disertai pembunuhan terjadi di Depok, Jawa Barat, Rabu siang, 15 Juni 2011. Seorang kepala cabang PT A.G, suplier kompor gas ditemukan tewas dengan penuh luka tusuk. Satu korban lagi dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut sejumlah saksi mata, pelaku aksi perampokan di siang bolong ini adalah seorang pria yang berpakaian perlente. Menggunakan kemeja lengan panjang.

Perampokan yang terjadi di Jalan Prokalamsi, Mekar Jaya, Depok, Jawa Barat, dilaporkan warga kepada polisi sekitar pukul 14.20 WIB. Saat dilakukan identifikasi, mayat Novi Handayani tergeletak di pintu masuk ruko, sementara Lusi, staf perusahaan itu tergeletak di dekat meja kerjanya.

Novi diperkirakan tewas akibat kehabisan darah. Ditemukan lebih dari lima luka tusuk di tubuh korban. Tidak jauh berbeda dengan kondisi Lusi, yang saat ini masih kritis dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok.

Menurut Kepala Satuan Reskrim Polres Depok, Komisaris Azhar Nugroho, hingga kini masih dilakukan penyelidikan. Belum diketahui berapa kerugian dari peristiwa perampokan itu. Sejauh ini, dari keterangan saksi, pelaku membawa tas yang diduga kuat berisi dokumen-dokumen penting dari perusahaan itu.

"Korban itu kepala cabang, dan dugaan kuat kita memang perampokan. Ada dokumen penting perusahaan yang diambil, untuk sementara belum tau berapa jumlah kerugian," ujar Azhar.

Dia juga membenarkan pelaku sempat dikejar warga, setelah melakukan aksinya. Dia kabur dengan lompat ke atap rumah warga dan menuju perkampungan di Jalan Kresna, Mekar Jaya.

http://metro.vivanews.com/news/read/227044-perampokan-di-depok--satu-tewas--satu-kritis

Senin, 13 Juni 2011

2 Bocah Perempuan Nyasar di Depok

2 Bocah Perempuan Nyasar di DepokDEPOK (Pos Kota) – Anak perempuan Anjani, 8, dan Yedija, 6, saudara adik kakak ini ditemukan warga sedang nyasar mencari tempat tinggalnya daerah Depok. Awalnya mereka berdua diantarkan oleh kakak perempuannya ke tempat kursus di bilangan Sunter, Jakarta Timur. Dengan dikasih bekal uang sebesar Rp. 21 ribu diduga mereka sengaja ditinggalkan.

Setelah ditinggalkan ditempat kursus oleh kakaknya sendiri bernama Siti diantarkan dengan menggunakan mobil bapaknya. anak pintar yang berusaha untuk pulang ke rumah berbekal uang Rp. 21 ribu nekad untuk naik kendaraan umum tanpa tahu arah dan tujuan untuk pulang. “Bersama adik saya dari Sunter naik bis lalu turun dan langsung melanjutkan dengan naik mobil angkot ke arah Depok,” ujar Anjani kepada Pos Kota yang diserahkan warga ke Polsek Beji, Minggu (12/6) dinihari.

Anjani, dan Yedija adik laki-lakinya setelah turun dari angkot di Stasiun Depok pada pk. 21:30, melanjutkan perjalanan dengan menggunakan becak. Lalu tukang becak yang mengantarkan mereka sampai ke daerah perbatasan Jakarta dengan Kukusan Beji. Anjani bersama adik laki-lakinya kebingungan arah. Lantaran kebingungan, Anjani dan adik laki-lakinya oleh si-tukang becak yang tidak diketahui namanya tersebut lantas mengantarnya ke Polsek Beji.

“Saya hanya ingat ada plang bertuliskan ke arah Depok, ketemu persimpangan jalan lalu masuk ke dalam gang ada rumah pagar orange, berlantai 2, dan cat tembok berwarna creams,”ungkap Anjani anak perempuan yang putus sekolah dari SDN Kemayoran 10 Petang kelas 1 SD setelah pindah ke Depok ini.

Saat ditemukan warga Anjani berambut hitam pendek potongan laki-laki dengan mengenakan kaos biru motir bunga dan mengenakan celana pendek warna hijau bertuliskan ‘kotecl’, sedangkan Yedija berambut sama seperti kakaknya dengan menggunakan kaos hitam dan celana berwarna merah muda.

Menurut Iptu. Samiyono, Panit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Beji, saat ditemukan warga kedua anak tersebut membawa gendongan tas sekolah yang satu berwarna biru terong dan satunya lagi berwarna biru muda. Kedua tas tersebut berisi baju seragam pramuka, soal ujian UAN dari SDN Kemayoran 10 Petang dan dua botol minuman berwarna pink dan biru muda bermotif kartun.

“Bagi siapa orang tua yang merasa kehilangan putra dan putrinya dengan ciri-ciri yang disebutkan diatas. Harap datang segera untuk mengambil anak tersebut ke Polsek Beji,” ungkapnya kepada Pos Kota.

(angga/sir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/12/2-bocah-perempuan-nyasar-di-depok

Bandar Judi Togel Diringkus

DEPOK – Polisi menciduk tiga tersangka judi togel di Pancoran Mas, Depok. Ketiga tersangka yang masing-masing berinisial MF, MS, dan SLD itu ditangkap di rumah kontrakan salah satu tersangka saat hendak mencocokan nomor togel pemain lainnya.

Penangkapan dilakukan usai salat Magrib di Perumahan Pelita Parung Bingung, RT 002/015 kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Saat digerebek, mereka kepergok sedang menghitung kupon judi togel.

Warga sekitar mengaku sudah lama curiga dan resah dengan keberadaan para tersangka. Mereka juga kerap meminum minuman keras dan mengganggu lingkungan sekitar.

Salah satu tersangka lainnya mencoba menyembunyikan tafsir mimpi yang dipercaya dapat membawa keberuntungan.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas AKP Syah Johan mengatakan, ketiga tersangka merupakan satu jaringan yang biasa bermain togel dengan konsumen rata-rata berprofesi sebagai sopir angkutan umum.

“Mereka kami tangkap terkait kasus 303 KUHP judi togel, kami mendapat laporan dari masyarakat kalau keberadaan mereka sudah lama mencurigakan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (11/06/11).

Dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya dua lembar tafsir mimpi, dua lembar rekapan kupon, sebuah telepon genggam, uang tunai Rp 261 ribu, serta satu buah pulpen. (put)


http://news.okezone.com/read/2011/06/11/338/467262/bandar-judi-togel-diringkus

Kamis, 09 Juni 2011

Office Boy Ditembak Komplotan Pencuri Motor

Metrotvnews.com, Depok: Nur Ali, office boy sebuah bank swasta, ditembak kawanan pencuri sepeda motor di Cinere, Depok, Jawa Barat. Nur didor karena memergoki ulah pencuri di depan kantor cabang Bank HSBC Cinere.

Nur Ali ditembak di bagian kaki sebelah kiri. Warga Kemang, Jakarta Selatan, itu kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere. Peluru yang bersarang di kakinya sudah diambil.

Saksi mata menuturkan, warga buru-buru mendatangi lokasi kejadian begitu mendengar suara tembakan. Sampai di tempat kejadian, tambah Sutardi, Nur Ali terlihat sudah tergeletak bersimbah darah.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Limo Komisaris Polisi Sukardi memastikan, pistol yang digunakan pelaku adalah senjata api rakitan. Itu, kata dia, bisa dilihat dari sejumlah peluru yang ditembakkan pelaku.(ICH/Sidharta Agung)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/06/09/54105/Office-Boy-Ditembak-Komplotan-Pencuri-Motor

Rabu, 08 Juni 2011

Simpangan Depok Rusak, Pemerintah Tidak Perduli

DEPOK (Pos Kota) – Pemerintah dituding tak peduli. Jalan Raya Bogor, tepatnya di Simpang Depok, Jawa Barat bertahun-tahun dibiarkan rusak. Akibatnya, selain rawan kecelakaan juga menyebabkan kemacetan.
“Sudah bertahun-tahun jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Macet teruslah,” ujar Zahrul, 26, warga Perumahan Griya Mandala yang mengaku sering terlambat ke kantor gara-gara macet.

Jika hujan turun jalan yang rusak mirip kubangan kerbau sehingga membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda . “Ampun Pak, banyak lubang. Kendaraan yang melintas hanya bisa bergerak perlahan-lahan,” imbuhnya, Selasa (7/6).

Diakui, bila terjadi kemacetan, apalagi pagi hari saat jam sibuk, pasti terjadi saling serobot. “Yang tidak sabaran kemudian mengambil lajur sebelah kanan. Akibatnya makin parah, deh.”

ADA POLISI

Memang setiap pagi selalu ada polisi dari Polsek Sukmajaya yang mengatur arus lalu lintas. Tapi, tidak berpengaruh banyak. Jalan tetap saja masih terjadi kemacetan. Yang ada malah sepeda motor yang menghindari jalan berlubang, mengambil jalur arah berlawanan sehingga arus lalu lintas tersendat.

Kemacetan ini semakin bertambah lantaran tidak jauh dari Simpangan Depok tepatnya di depan gedung bekas Ramayana ada pengecoran pembatas jalan. “Wah, makin parah macetnya. Tapi, karena ada perbaikan jalan tidak apa-apa sih. Hanya saja harus lebih cepat diselesaikan,”harap Zahrul. (angga/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/08/simpangan-depok-rusak-pemerintah-tidak-perduli

Empat Pejabat Polres Depok Dimutasi

DEPOK (Pos Kota) – Empat jabatan di Polres Depok diserahterimakan di lapangan Mapolres Metro Depok, Selasa (7/6) pagi. Pejabat yang dimutasi Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kasat Bimas, dan Kapolsek Bojong Gede.

Mutas jabatan ini merupakan masalah rutin organisasi kesatuan dan kari. “Sudah menjadi agenda kita untuk meregenerasi anggota terutama dalam hal kinerja,” ujar Kombes. Fery Abraham, Kapolres Depok.

Anggota perwira yang diganti yaitu Kasat Sabhara sebelumnya dipegang oleh Kompol. I Putu Sumada digantikan AKP. Ardin Hutagaol. Untuk Kasat Intelkam sebelumnya dijabat oleh Kompol. Edi Purnawan, SPD, digantikan oleh Kompol Margono HS dari Kasat Intel Polda Metro Jaya.

Kasat Binmas sekarang dipegang oleh Kompol. Nunung berasal dari sekolah polisi negara (SPN) Lido, Jawa Barat.
Sedangkan Kapolsek Bojong Gede kini dijabat oleh AKP. Maskuri yang sebelumnya diduduki oleh AKP. Suharto .(angga/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/07/empat-pejabat-polres-depok-dimutasi

Selasa, 07 Juni 2011

Anaknya Digauli, Ayah Marah Gebuki OB

DEPOK (Pos Kota) – Termakan bujuk rayu oleh seorang pemuda untuk segera dinikahi , Imas, 15, siswi kelas 2 SMP swasta Depok, Selasa (7/6) dinihari jadi korban pemerkosaan. Orang tua korban melaporkan Gom, 25, ke Polres Metro Depok.

Menurut Joh, 40, orang tua korban, ia curiga melihat anak pertamanya jadi pemurung dan merasa ketakutan jika ada temannya yang main. Ibu korban lalu meminta anaknya berbicara jujur. “Akhirnya anak saya mengaku sudah dipaksa untuk meladeni kemauan Gom berhubungan badan,” ujar Joh kepada Pos Kota.

Imas belum lama kenalan dengan Gom. Suatu saat ia diajak oleh tersangka ke rumah kontrakannya di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat. Di tempat kontrakan itu, tersangka meminta hubungan intim. Siswi polos termakan bujuk rayuan pemuda yang bekerja sebagai OB itu.

Berdasarkan pengakuan anak perempuan satu-satunya itu, Joh da keluarga lalu berusaha memancing tersangka bertemu di daerah Setu Pelni, Sukmajaya. Keluarga yang geram langsung menangkap tersangka lalu dihajarnya sampai babak belur.

“Anak saya gadis polos , mudah bergaul, dan penurut. Setelah kegadisannya direnggut sekarang berubah menjadi gadis yang penakut dan menjauh dari teman-teman sebayanya,” ujar ibu korban. “Saya ingin tersangka dihukum seberat-beratnya kalau sudah membuat hidup anak saya hancur.” (angga/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/07/anaknya-digauli-ayah-marah-gebuki-tersangka

Dibekuk setelah Setahun Edarkan Upal

DEPOK – Setelah satu tahun mengedarkan uang palsu, akhirnya jejak Rn dan Tr berhasil diendus kepolisian. Keduanya kini mendekam di sel tahanan Polresta Depok.
Rn dan Tr merupakan sindikat pengedar uang palsu yang biasa beroperasi di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Sehari-hari, kedua pelaku kerap menggunakan uang palsu untuk bertransaksi jual beli. Misalnya membeli di toko kelontong. Selain membelanjakan uangnya di toko kelontong, pelaku juga kerap menjual uang kepada korban-korbannya. Modusnya dengan menukar uang palsu dengan uang asli yang dibeli dengan harga lebih murah.

Aksi tersangka ini pun mulai dipergoki petugas. Dengan lebih dulu menyamar sebagai pembeli. Petugas dan tersangka Rn sepakat untuk menukar uang pecahan Rp 100.000. Rn menjual uang palsu Rp 9 juta seharga Rp 3 juta.

Transaksi dilakukan di rumah kontrakan di Bojonggede. Rn begitu menaruh percaya kepada petugas. ”Saat itulah petugas Polsek Bojong Gede lainnya yang telah mengikuti tersangka langsung meringkus Rn,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Azhar Nugroho, kemarin.

Dari tangan tersangka mengaku mencetak uang palsu di wilayah Pondok Aren, Kota Tangsel. Degan modus melakukan fotocopy uang pecahan Rp 100 ribu. Setelah itu uang tersebut diprint ulang memakai scanner.

Dari hasil investigasi, diketahui Rn beraksi bersama Tr. Petugas kemudian meminta Rn agar menghubungi Tr. Tanpa curiga, Tr pun datang ke rumah kontrakan. ”Saat itulah petugas langsung menangkap Tr yang juga pengedar uang palsu,” tandas Azhar.

Petugas berhasil menyita uang palsu sebesar Rp 67 juta pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 serta printer merek HP yang digunakan sebagai pencetak uang. Selain itu, barang bukti yang juga disita adalah satu buah kardus kertas minyak ukuran A3, seperangkat alat sablon seperti serin, tiner, cat melamin, krakel, lem77, kertas kado, tisu, busapres, kayu, penggaris, dan bahan uang 2 rim.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polresta Depok. ”Ini adalah kasus limpahan dari Polsek Bojonggede dan sedang kami selidiki lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim. (rko)


http://www.jpnn.com/read/2011/06/06/94139/Dibekuk-setelah-Setahun-Edarkan-Upal-

Sabtu, 04 Juni 2011

11Oknum TNI Tusuk Manajer Kafe ; Anggota Kostrad Cilodong Diperiksa Denpom TNI

DEPOK- Jajaran Polres Depok bersama Datasemen Polisi Militer (Denpom) TNI masih menyelidiki kasus penusukan manajer Kafe Holan, Pardamaian Tampubolon alias Steve.

Steve tewas ditusuk saat sedang bekerja di kafe yang berlokasi di Jalan Alternatif Cibubur, Kampung Kranggan, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Sedikitnya terdapat 11 oknum TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang terlibat dalam perkelahian hingga berujung maut tersebut.

Sebelas oknum TNI AD yang diperiksa ternyata diketahui adalah anggota TNI Kostrad Cilodong, Depok. Mereka berasal dari Kesatuan Brigadir Infantri (Brigif) 17 Lintas Udara (Linud).

Kapolres Depok Kombes Pol Fery Abraham membenarkan insiden yang telah menewaskan Steve. Kasusnya saat ini ditangani oleh Den POM dan Polres Depok.

“Betul itu anggota TNI Kostrad Cilodong, Kesatuan Brigif 17, saat ini untuk sipilnya tengah ditangani Reskrim Polres dan untuk sebelas anggotanya ditangani Den POM,” ujar Fery kepada okezone, Sabtu (4/6/2011).

Sementara itu Kapten Kostrad Cilodong Depok Letkol Infantri Ferdinan memastikan sebelas anggota TNI tersebut adalah anggota Brigif Linud 17. Sementara pelaku penusukan berpangkat Prada berinisial CD.

“Betul ada sebelas pelaku, mereka masih muda-muda berpangkat Prada dan Pratu. Laporan kasus ini sudah sampai kepada Panglima TNI, saat ini masih diperiksa di Den POM,” tegas Ferdinan.

Steve ditusuk oknum TNI AD Sabtu dini hari tadi sekira pukul 01.00 WIB. Steve ditusuk di bagian jantung menggunakan sangkur hingga tewas seketika.

Menurut laporan saksi mata, Steve sempat menyenggol seorang oknum TNI hingga terjadi adu mulut yang berujung pada pengeroyokan dan penusukan.

(ton)

http://news.okezone.com/read/2011/06/04/338/464482/11-anggota-kostrad-cilodong-diperiksa-denpom-tni