Berikan masukan, kritik, saran, dukungan, berita, laporan warga + apa aja dech yg perlu di ketahui ame warga Depok ke email : walikotagaul@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Listrik Putus, KRL Jakarta-Bogor Terganggu

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Bogor-Jakarta dan Jakarta-Bogor mengalami gangguan akibat putusnya aliran listrik arus atas yang terjadi diantara stasiun Depok dan Citayam.

"Saat ini kereta dari Jakarta menuju Bogor hanya sampai Depok saja," kata Kepala Stasiun Depok Baru, Gatot Nur Setiadi, di Depok, Selasa.

Menurut dia, gangguan cuaca akibat adanya hujan yang disertai angin puting beliung berdampak pada terputusnya aliran listrik arus atas. "Saat ini kami terus melakukan perbaikan belum diketahui sampai kapan perbaikan ini berlangsung," ujarnya.

Pohon tumbang dan putusnya aliran listrik atas terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di wilayah Citayam. Ia menghimbau kepada para penumpang untuk menggunakan alternatif angkutan lain jika ingin cepat sampai tujuan.

Salah seorang penumpang kereta api, Johan yang hendak berangkat ke Bogor menyesalkan kejadian tersebut. Seharusnya pihak manajemen PT KAI bertindak cepat untuk memperbaiki.
"Seharusnya kan mereka bisa cepat memperbaikinya," ujarnya ketika ditemui di Stasiun Depok Baru.

Sebelumnya Perjalanan kereta api listrik jurusan Tanah Abang-Serpong mengalami gangguan pada Kamis sore (11/10) akibat kereta api lokal relasi Angke-Rangkas mengalami patah as di Km22+2 sinyal masuk Stasiun Sudimara.

Humas PT KA Jabodetabek Mateta Rizaulhaq mengatakan akibat patas AS yang dialami oleh kereta gerbong keenam dalam rangkaian itu maka jalur dari arah Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Sudimara terhambat dan hanya bisa satu jalur yang digunakan.

"Sehingga pengaturan operasinya menggunakan satu spoor, dampaknya terjadi antrian kereta, dan menimbulkan keterlambatan," paparnya.

Mateta mengatakan pada pukul 18:00 WIB tengah diusahakan pengangkutan peralatan untuk mengevakuasi gerbong yang patas asnya tersebut.

Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara

Kamis, 16 Juni 2011

Tarif Naik, Wali Kota Depok Harap Pelayanan KRL Meningkat

DEPOK - Rencana penghapusan Kereta Rel Listrik (KRL) ekspres menjadi KRL Commuter Line berdampak pada kenaikan tarif tiket KRL. Nantinya seluruh KRL akan berhenti di tiap stasiun dengan harga tiket Commuter Line yakni Rp 9 ribu.

Padahal, sebelumnya pengguna komuter dapat menggunakan layanan fasilitas KRL Ekonomi AC dengan harga Rp 5.500 dan juga berhenti di tiap stasiun. Namun, mulai tanggal 2 Juli mendatang PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberlakukan seluruh KRL Jabodetabek berhenti di tiap stasiun dengan tariff disamakan yakni Rp9 ribu.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengaku tak masalah dengan kebijakan PT KAI. Namun, dia mengajukan syarat agar tak memberatkan warga Depok yang juga penumpang setia KRL.

“Tapi yang jelas pasti PT KAI punya logika hitung-hitungan masalah ekonomi, jadi warga harus bisa melihat mengapa mereka naikkan harga, tapi harus ada syaratnya, kalau tujuannya sungguh-sungguh bahwa fasilitas pelayanan ditingkatkan, wajar saja tarif naik,” katanya kepada wartawan, Senin (13/06/11).

Nur Mahmudi menyebutkan syarat tersebut berupa jaminan ketersediaan armada dan tempat duduk untuk mengakomodasi seluruh penumpang. Selain itu, kata dia, PT KAI juga harus mampu melarang penumpang tak naik ke atap gerbong.

“Jumlah rangkaian ditingkatkan, kapasitas duduknya juga ditingkatkan, tidak perlu ada orang yang naik di atas gerbong, demi kenyamanan, selama masih reasonable masih bisa diterima,” tegasnya.

Sedikitnya setiap hari lebih dari 17 ribu penumpang warga Depok menggunakan moda transportasi KRL. Sebab KRL dianggap sebagai transportasi andalan menghindari kemacetan.

http://news.okezone.com/read/2011/06/13/338/467685/tarif-naik-wali-kota-depok-harap-pelayanan-krl-meningkat

Senin, 13 Juni 2011

2 Juli KRL Ekspres Dihapus, PT KAI Gencar Sosialisasi

DEPOK - Para pecinta Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, mulai 2 Juli 2011 mendatang, mau tak mau harus menerima kebijakan baru PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Mulai tanggal tersebut, seluruh KRL ekspres baik jenis Pakuan Bogor ataupun Depok Ekspres akan berhenti di setiap stasiun.

Hal itu berarti akan disamakan dengan pemberlakuan perjalanan KRL Ekonomi-AC yang selama ini akrab ditumpangi warga komuter. Namanya pun berubah, semua KRL ekspres maupun ekonomi-AC akan berubah menjadi hanya satu nama yakni Commuter Line.

Kepala Stasiun Depok Lama Dwi Purwanto membenarkan kebijakan tersebut akan mulai dilaksanakan pada 2 Juli mendatang. Segala macam keluhan terkait kebijakan tersebut, kata dia, saat ini ditampung di Stasiun Juanda.

“Rencananya seperti itu, setiap KRL ekspres dan AC-Ekonomi namanya berubah menjadi Commuter Line, jadi berhenti di setiap stasiun, seperti KRL kelas ekonomi,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/06/11).

Menurutnya, sosialisasi kebijakan tersebut saat ini sudah mulai disampaikan kepada para penumpang. Salah satunya dengan memasang spanduk pengumuman. “Kami baru memasang spanduk, kemudian akan ada rencana memberikan selebaran di atas kereta, lalu bisa juga disampaikan lewat pengeras suara,” tandasnya.

Sebelumnya, PT KAI sudah mengeluarkan rencana penghapusan Kereta Rel Listrik (KRL) Ekspres Jabodetabek sejak 1 April lalu. Namun akhirnya hal itu ditangguhkan hingga minimal tiga bulan sosialisasi.
(ful)

http://news.okezone.com/read/2011/06/10/338/466840/2-juli-krl-ekspres-dihapus-pt-kai-gencar-sosialisasi